|
resuscitation room, ED
Mrs S, 28 years unconcious since 2 hours. since 1 week complained of severe headache. bulging behind the ears since 1 month. ear discharge started since 10 years of age. occasional ear bleed since 1 year. never seek for medical help.
primary survey: airway: clear breathing: negative circulation: pulse weak GCS: 4
2 initial breaths... no response intubated. bagging... breathing... oxygen supply. 4 l/min, 6 l/m, 10l/m brathing still not spontaneous VENTILATOR!
ear continues to bleed. patient still unconcious CT scan... brain abcess!
diagnosis: patient on ventilator, with brain abcess caused by chronic supurative otitis media
husband & family called. "pak, ibu (patient) harus dipindah ke ICU. di sana peralatan lebih lengkap. ventilator di sini hanya untuk sementara. ada alat-alat yang diperlukan untuk terus memonitor ibu dan memastikan keadaan ibu terus stabil. infeksi di telinganya sudah sampai ke otak. maaf pak. ibu dibawa ke sini terlalu lambat."
husband and family agreed. left resuscitation room to ask help from administrating staff.
they returned. frowned. "dokter. saya minta dia di sini aja dulu." "ada masalah apa pak" "nggak. saya belum siap." "maaf pak, kalau ibu terus di sini, kami tidak bisa lanjutin penanganannya." "tapi saya nggak bisa hantar ibu ke ICU....."
silent...
"dokter, saya mohon. gimana kalau ibu di sini dulu. atau mungkin ada tempat lain yang bisa menampung ibu?".... "pak, saya minta maaf. di sini ruang resusitasi. maksudnya, pasien gawat dibawa ke sini untuk ditangani secepatnya untuk sementara sehingga pasien stabil sebelum dibawa ke ruangan untuk penanganan seterusnya. ventilator yang dipake but ibu itu tidak lengkap."
husband silent. husband looked up. deep into the doctor's eyes. "saya tidak punya biaya. saya harus bayar uang muka untuk ICU. saya tidak punya uang sebanyak itu. kalau saya ada uang, sudah lama saya berobat ke dokter. tapi karena isteri saya sudah tidak sadar, makanya saya terpaksa bawa dia ke sini. saya mohon dok..."
dokter stunned. "iya pak. saya mengerti. alat-alat yang ada di ruangan ini buat sementara boleh dipake. tapi kalau ada pasien lain yang datang, memerlukan alat tersebut.... ya, mungkin keadaannya lebih parah dari ibu dan memerlukan penangan cepat dan segera. terus..." "nggak apa-apa dokter. kalau ada yang lebih memerlukan, diambil aja alatnya. saya ikhlas..."
husband left the room. he came back with a red thin book with "Yaasiin" on the fron cover. he sat beside his wife's bed. starting to recite the words of Allah.
posted
by
husnulkhatimah
4/20/2006 10:03:00 am
|